Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh ASPAX FC adalah gaya permainan mereka yang cenderung menyerang. Sering kali seorang defender maju ke depan untuk ikut menyerang, ada kalanya memang menghasilkan gol bagi ASPAX FC, tapi sering juga sekali ke depan ternyata terlambat untuk turun bertahan, maklum lah kebanyakan sudah senior. Yang sering jadi korban tentunya adalah penjaga gawang. Sering kali penjaga gawang harus berjibaku untuk berhadapan 1 lawan 1 atau bahkan 1 lawan 3 pemain striker lawan. :)

Memang sangat sulit bagi ASPAX FC untuk mencari pemain yang mau menempati posisi defender. Kebanyakan maunya menjadi pemain depan atau lini tengah. Apalagi kalau diminta untuk menjadi penjaga gawang, wah susah carinya. Sebenarnya sih sangat perlu adanya penjaga gawang cadangan. Contoh kasus saat melawan tim Sokaraja Lor, baru beberapa menit Edi Purwa bertabarakan dan lutut terkena pul sepatu striker lawan, atau saat melawan POLWIL, sebenarnya Edi Purwa ada undangan kenduri di rumah tetangga tetapi karena gak ada kiper cadangan akhirnya ya gak ikut kenduri deh…:-) untungnya walau tidak ikut kenduri tetapi tetap dikirimi nasi gule sama tetangga tadi….

Terus siapa nih…yang minat jadi kiper ASPAX FC? Ayo….